Goldman Sachs: Fundamental industri semikonduktor tetap mendukung, ETF leverage memperbesar volatilitas saham teknologi
Menurut laporan dari BlockBeats, pada 14 Juli, laporan riset terbaru Goldman Sachs menunjukkan bahwa volatilitas tajam saham teknologi global baru-baru ini terutama disebabkan oleh deleveraging likuiditas yang dipicu oleh perdagangan dengan leverage tinggi, bukan karena memburuknya fundamental industri semikonduktor.
Goldman Sachs menyatakan bahwa ETF leverage tunggal dua kali yang baru diluncurkan di Korea Selatan telah memperbesar volatilitas pasar. Sejumlah ETF leverage yang melacak Samsung Electronics dan SK Hynix sebelumnya mencatat penurunan harian lebih dari 30%. Untuk mempertahankan rasio leverage, dana tersebut terpaksa menjual saham-saham dasar yang membentuk arus "harga turun—penjualan terpaksa—penurunan lebih lanjut", memicu kepanikan likuiditas. Goldman Sachs memperkirakan bahwa sekitar 62% penjualan bersih investor institusi Korea Selatan baru-baru ini berasal dari likuidasi jenis ETF ini.
Pada saat yang sama, Leuthold Group menunjukkan bahwa saldo margin di Amerika Serikat selama 12 bulan terakhir tumbuh sekitar 54% dan telah mencapai kisaran tertinggi dalam sejarah. Dana leverage sangat terpusat di sektor AI dan semikonduktor, sehingga struktur pasar menjadi semakin rapuh.
Namun, Goldman Sachs menilai bahwa industri semikonduktor saat ini belum menunjukkan siklus puncak. Lembaga tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi laba Samsung Electronics dan SK Hynix sejauh ini belum diturunkan. Karena kapasitas produksi chip memori masih terbatas, kondisi pasokan yang ketat kemungkinan akan berlanjut hingga paruh kedua tahun 2028, sehingga koreksi saat ini lebih merupakan penyesuaian posisi daripada pembalikan fundamental industri.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

