De Beers akan menutup tambang berlian di Afrika Selatan selama dua tahun untuk mengurangi biaya.
Golden Ten Data melaporkan pada 13 Juli bahwa raksasa berlian De Beers berencana menghentikan operasi salah satu tambang berlian mereka di Afrika Selatan selama dua tahun. Perusahaan yang pernah lama memonopoli industri berlian ini terus menghadapi salah satu krisis terberat yang pernah terjadi dalam sejarah industri tersebut. Industri bernilai 80 miliar dolar ini tengah berada di bawah tekanan besar. Permintaan yang lesu setelah pandemi telah membebani pasar, pendinginan konsumsi barang mewah serta semakin populernya berlian hasil laboratorium turut memperburuk situasi industri, sementara ketegangan dagang dan perang di Timur Tengah membuat keadaan semakin sulit. De Beers sempat mencoba menopang harga melalui pengurangan produksi, namun pasokan berlian berlebih dari Angola dan lemahnya permintaan pasar telah melemahkan upaya tersebut. Pada hari Senin, perusahaan mengumumkan bahwa sebagai bagian dari program pengurangan biaya yang berkelanjutan, mereka berencana menutup tambang Venetia di Afrika Selatan selama dua tahun. Langkah ini tidak akan memengaruhi target produksi mereka karena perusahaan akan meningkatkan output di tambang lainnya.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai


