Federal Reserve menunjuk Marc Andreessen, co-founder a16z, untuk berpartisipasi dalam penelitian kebijakan AI
Menurut BlockBeats, pada 10 Juli, Federal Reserve Amerika Serikat (The Fed) mengumumkan penunjukan salah satu pendiri perusahaan modal ventura a16z (Andreessen Horowitz), Marc Andreessen, untuk bergabung dalam kelompok kerja khusus guna membantu meneliti dampak teknologi baru seperti kecerdasan buatan (AI) terhadap produktivitas dan pasar tenaga kerja.
Andreessen akan bergabung sebagai anggota kelompok kerja produktivitas dan pekerjaan The Fed bersama Charles I. Jones, profesor ekonomi Universitas Stanford yang sedang cuti dan kini bekerja di perusahaan AI Anthropic, serta Asha Sharma, eksekutif wakil presiden Microsoft sekaligus CEO Xbox.
Dalam siaran pers, The Fed menyatakan bahwa kelompok kerja ini akan mengevaluasi dampak teknologi umum seperti AI terhadap pekerjaan dan produktivitas, sebagai referensi bagi bank sentral dalam merumuskan kebijakan moneter.
Kelompok kerja ini merupakan salah satu dari lima kelompok kerja khusus yang dibentuk oleh Ketua The Fed yang baru, Waller, masing-masing bertugas meneliti isu-isu kunci dalam kerangka kebijakan moneter. Selain produktivitas dan pekerjaan, empat kelompok kerja lainnya akan berfokus pada komunikasi kebijakan, kebijakan neraca, kualitas data, dan kerangka inflasi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Google (GOOGL.US) membeli data Spirit Airlines yang bangkrut senilai jutaan dolar: 100 juta email dan 500 juta catatan Teams akan menjadi bahan pelatihan AI
Google baru-baru ini memenangkan lelang kebangkrutan dan berhasil mendapatkan sejumlah besar data komersial yang sudah dianonimkan, kode perangkat lunak, serta catatan operasional milik Spirit Aviation Holdings Inc., maskapai penerbangan berbiaya rendah yang telah berhenti beroperasi. Google menyatakan akan memanfaatkan aset-aset ini untuk lebih mengoptimalkan teknologi kecerdasan buatannya (AI).

SMTC dan MRVL mendapatkan rekomendasi "beli" dari UBS menjelang laporan keuangan: optimis terhadap potensi AI dalam jangka panjang
SMTC.US dan MRVL.US akan masing-masing mengumumkan hasil kuartal mereka pada 25 Agustus dan 27 Agustus.

