Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Rupiah Hari Ini Dekati 18.100 per Dolar AS, Simak Prediksi Analis

Rupiah Hari Ini Dekati 18.100 per Dolar AS, Simak Prediksi Analis

Liputan6Liputan62026/07/09 04:24
Oleh:Liputan6
Tumpukan mata uang Rupiah, Jakarta. . (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta -
Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Rupiah melemah hingga mendekati level psikologis 18.100 per dolar Amerika Serikat (AS) seiring penguatan dolar AS terhadap mayoritas mata uang di kawasan Asia.

Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak melemah 52 poin atau 0,29 persen menjadi 18.066 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level 18.014 per dolar AS. Mengutip data perdagangan Google Finance, kurs rupiah berada di level Rp 18.091,70 per dolar AS pada pukul 10.30 WIB.

Tidak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS. baht Thailand tertekan 0,16 persen dan peso Filipina tergelincir 0,12 persen. Won Korea Selatan turun 0,06 persen. 

Pelemahan serentak mata uang Asia mencerminkan masih kuatnya permintaan terhadap dolar AS di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar.

Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan pergerakan rupiah masih akan berlangsung fluktuatif sepanjang perdagangan hari ini. Menurut Ibrahim, rupiah berpotensi ditutup melemah di kisaran Rp 18.010 hingga Rp 18.060 per dolar AS.

Pelaku pasar kini masih mencermati sejumlah sentimen global yang memengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk arah kebijakan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed), perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah, serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

Perkembangan faktor-faktor tersebut diperkirakan masih akan menjadi penentu arah pergerakan rupiah dan mata uang Asia dalam jangka pendek.

Gerak Rupiah Kemarin

Karyawan menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Nilai tukar rupiah ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/7/2026). Mata uang Garuda turun 34 poin atau 0,19% ke level 18.014 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di 17.980 per dolar AS.

Pelemahan juga tercermin pada kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia. Pada Rabu, JISDOR berada di level 18.005 per dolar AS, turun dari posisi sehari sebelumnya sebesar 17.988 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan ke Iran.

"Komando Pusat AS (Centcom) mengatakan telah memulai serangkaian serangan terhadap Iran, yang bertujuan untuk memberikan apa yang digambarkan sebagai 'biaya berat' atas serangan Teheran terhadap pelayaran komersial," ujarnya dalam keterangan tertulis.

Menurut Ibrahim, eskalasi konflik tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pelayaran di Selat Hormuz. Kondisi itu berpotensi mengganggu pasokan energi global sekaligus meningkatkan volatilitas di pasar keuangan.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!