Bitget App
Trading lebih cerdas
Beli kriptoPasarTradingFuturesEarnWawasanSelengkapnya
Dukung B50, Agrinas Hidupkan Kembali Pabrik Biodiesel di Riau

Dukung B50, Agrinas Hidupkan Kembali Pabrik Biodiesel di Riau

Liputan6Liputan62026/07/06 10:24
Oleh:Liputan6
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani. (Dok Agrinas)

Liputan6.com, Jakarta -
PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersiap menghidupkan kembali fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, guna memperkuat pasokan bahan bakar nabati untuk mendukung implementasi mandatori biodiesel B50.

Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, mengatakan pabrik yang memiliki kapasitas produksi 600 ribu ton per tahun itu ditargetkan kembali beroperasi paling lambat pada akhir 2027.

"Kami akan mereaktivasi fasilitas produksi biodiesel di Rengat, Riau, 600 ribu ton. Mudah-mudahan akhir tahun depan sudah bisa berproduksi, karena ini sebenarnya reaktivasi saja. Itu bisa mendukung ini B50 pasti," ujar Ghani dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, Senin (6/7/2026).

Menurut Ghani, proyek tersebut merupakan bagian dari penugasan pemerintah kepada Agrinas untuk mendukung program swasembada energi sekaligus memperkuat hilirisasi industri sawit nasional.

Ia menjelaskan, perusahaan telah menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study/FS) sehingga proyek kini memasuki tahap persiapan tender untuk pekerjaan perbaikan fasilitas yang sudah lama tidak beroperasi.

 

Investasi Tidak Besar

Kantor PT Agrinas Palma Nusantara (Persero). (Dok Agrinas)

Ghani mengatakan reaktivasi pabrik biodiesel tersebut tidak membutuhkan investasi besar karena hanya berupa perbaikan fasilitas yang telah ada.

"Itu sudah FS, tinggal ini mau saya tenderkan sebentar lagi. Itu perbaikan aja sudah rusak. (Kapasitas) 600 ribu ton, biayanya murah enggak sampai Rp 300 miliar," ujarnya.

Dengan investasi kurang dari Rp 300 miliar, Agrinas optimistis fasilitas produksi biodiesel tersebut dapat kembali beroperasi sesuai target dan membantu memenuhi kebutuhan bahan baku untuk program B50, yang mulai diterapkan pemerintah sejak 1 Juli 2026.

Selain mereaktivasi pabrik biodiesel, Agrinas juga menyiapkan pengembangan industri energi terbarukan lainnya. Perusahaan berencana membangun pabrik bioetanol berbasis singkong dengan kapasitas produksi mencapai 185 ribu ton.

Pembangunan fasilitas tersebut diharapkan dapat memperkuat hilirisasi sektor pertanian sekaligus mendukung upaya pemerintah meningkatkan bauran energi baru dan terbarukan di Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

0
0

Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.

PoolX: Raih Token Baru
APR hingga 12%. Selalu aktif, selalu dapat airdrop.
Kunci sekarang!