Gedung Putih meneliti dasar pelonggaran larangan imbal hasil stablecoin, pembahasan RUU CLARITY di Senat memasuki tahap krusial
Menurut laporan pasar yang dikutip oleh ChainCatcher, Dewan Penasihat Ekonomi Gedung Putih baru-baru ini merilis laporan penelitian yang menyatakan bahwa pelarangan imbal hasil dari stablecoin memiliki dampak perlindungan yang sangat terbatas terhadap pinjaman bank, namun akan secara signifikan mengurangi kemampuan konsumen untuk memperoleh imbal hasil melalui uang digital. Kesimpulan ini secara langsung mengguncang argumen utama industri perbankan yang mendukung pelarangan imbal hasil, dan juga memberikan dukungan kebijakan baru bagi kemajuan RUU CLARITY.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Media luar negeri: Pi Network semakin populer tetapi harga tetap lesu
Bank Ekspor-Impor Korea bekerja sama dengan Glencore: Pendanaan sebesar 1 milyar dolar AS ditukar dengan tembaga, bertaruh pada sumber daya kunci era AI
Lembaga keuangan kebijakan Korea Selatan, Korea Eximbank, baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka telah mencapai perjanjian pembiayaan strategis senilai total 1 milyar dolar AS dengan raksasa komoditas global Glencore Plc.

