JP Morgan merevisi prediksi kenaikan suku bunga BoE saat Bailey menyoroti potensi bahaya pasar
JP Morgan Revisi Prediksi Suku Bunga Bank of England
JP Morgan telah menurunkan proyeksi kenaikan suku bunga Bank of England pada tahun 2026, setelah pernyataan dari Gubernur Andrew Bailey yang mengindikasikan bahwa pasar keuangan mungkin memperkirakan pengetatan moneter yang lebih agresif daripada yang diperlukan. Lembaga keuangan asal Amerika ini sekarang memprediksi satu kali kenaikan suku bunga tahun depan, berbeda dari harapan sebelumnya yaitu dua kali kenaikan yang dijadwalkan pada bulan April dan Juli.
Prediksi terbaru ini mencerminkan diskusi berkelanjutan di antara para pembuat kebijakan, yang sedang menilai dampak kenaikan biaya energi dan ketidakpastian yang meningkat akibat konflik yang melibatkan Iran. Dalam wawancara dengan Reuters, Bailey menyampaikan sikap hati-hati, menantang pandangan pasar yang berlaku bahwa beberapa kali kenaikan suku bunga akan segera terjadi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Bull market AI memasuki "era realisasi"! Morgan Stanley dan JPMorgan sama-sama memprediksi S&P 8000, serangan balik besar-besaran pada sektor semikonduktor dan pasar saham Korea membuktikan "gelombang utama pertumbuhan laba"
Dua raksasa keuangan Wall Street—Morgan Stanley dan JPMorgan—baru-baru ini secara bersamaan merilis laporan riset yang menyatakan bahwa pendorong utama kenaikan lanjutan S&P 500 kini beralih dari perluasan valuasi menjadi revisi kenaikan laba serta realisasi komersialisasi AI.

Wall Street bersikap hati-hati secara kolektif! Ringkasan terbaru laporan kepemilikan 13F: Penyesuaian kepemilikan pada raksasa teknologi dan sektor AI mengalami perbedaan, pertarungan antara bullish dan bearish berada dalam kebuntuan.
Dokumen 13F triwulanan yang diungkapkan oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) menunjukkan bahwa pada kuartal kedua tahun ini, investor institusional sedikit mengurangi kepemilikan mereka di sektor-sektor utama seperti semikonduktor, infrastruktur kecerdasan buatan (AI), serta saham teknologi besar, tanpa terlihat adanya tanda-tanda taruhan besar satu arah secara signifikan.

Sinyal dalam laporan keuangan kuartal kedua pabrik chip: Permintaan lebih kuat dibanding tiga bulan lalu, kenaikan harga mulai "menyebar"
JPMorgan percaya bahwa laporan kuartal kedua industri semikonduktor global memberikan sinyal bullish yang jelas: pertama, permintaan melebihi ekspektasi, sehingga raksasa wafer seperti TSMC secara menyeluruh menaikkan belanja modal untuk mempercepat ekspansi; kedua, efek kenaikan harga secara nyata menyebar ke sektor peralatan dan material, sehingga produsen peralatan mampu meningkatkan margin laba kotor melalui kenaikan harga; ketiga, raksasa penyimpanan data mengamankan batas bawah profit yang sangat tinggi untuk beberapa tahun ke depan melalui perjanjian jangka panjang dan pembayaran muka dalam jumlah besar.

