The Widowmaker, Konflik Global, dan Gangguan Pasokan LNG Paling Signifikan yang Pernah Terjadi: Kisah Gas Alam dari 1990 hingga 2030
Cadangan Gas Enormous di Bawah Teluk Persia
Jauh di bawah permukaan Teluk Persia, terkubur di bawah tiga kilometer batu kapur kuno dari zaman Permian, terdapat cadangan gas alam yang sangat besar. Formasi bawah tanah ini begitu luas sehingga telah mempengaruhi geopolitik di tiga benua dan membentuk strategi energi lebih dari seratus negara.
Ladang gas yang sangat luas ini terbagi antara dua negara. Satu bagian dimiliki oleh Qatar—sebuah negara kecil, bahkan lebih kecil dari Connecticut, dengan populasi yang lebih sedikit dari sebuah kota berukuran sedang di Amerika. Sementara setengah lainnya dikendalikan oleh Iran, sebuah peradaban dengan sejarah yang membentang hingga empat milenia dan menjadi rumah bagi cadangan gas alam terbesar kedua di dunia.
Qatar dan Iran sama-sama membangun identitas nasional modern mereka di sekitar sumber daya bersama ini. Ketika bulan-bulan pertama tahun 2026 berlalu, salah satu negara ini mendapati dirinya terlibat dalam konflik atas ladang ini.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Masih lebih menguntungkan daripada DRAM, apakah SanDisk benar-benar sebaik itu?

Nvidia investasi 1,5 miliar dolar AS untuk membeli saham SB Energy, mengamankan 8GW daya komputasi AI, OpenAI akan menjadi satu-satunya penyewa
Nvidia sedang memperluas batas persaingan dari GPU dan server ke tanah, listrik, dan konstruksi pusat data AI. Perusahaan bekerja sama dengan SB Energy untuk mengembangkan pusat data AI berskala besar 8GW di Ohio, serta berinvestasi sebesar 1,5 miliar dolar untuk memberikan dukungan kredit dalam pembiayaan infrastruktur. OpenAI menjadi satu-satunya penyewa. Langkah ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga menjadi pengelola infrastruktur AI dengan mengamankan sumber daya LPS terlebih dahulu untuk menjamin permintaan GPU multi-generasi di masa depan.
Meta (META.US) dan BlackRock (BLK.US) menghadapi "lubang hitam asuransi" pada pusat data senilai 14 miliar dolar AS: hanya 3,2% yang tercakup, pihak pemberi pinjaman bisa menanggung risiko miliaran dolar AS.
Menurut laporan, Meta dan BlackRock menginvestasikan 14 miliar dolar AS untuk membangun pusat data di Texas namun menghadapi risiko asuransi.


