Caixin: Reserve Bank of India Mengusulkan Kemajuan 'Interoperabilitas Mata Uang Digital BRICS', Berencana Menggunakan Konsorsium Blockchain untuk Membangun 'Jembatan' Penyelesaian Lintas Batas
BlockBeats News, 3 Februari. Menurut Caixin, sebagai ketua bergilir BRICS, Reserve Bank of India secara resmi telah mengusulkan untuk mempromosikan pembentukan sistem "BRICS Digital Currency Interoperability", dengan tujuan menggunakan teknologi blockchain untuk membangun jaringan penyelesaian lintas negara yang dapat melewati dolar AS dan langsung menghubungkan sistem pembayaran negara-negara BRICS.
Usulan ini tidak melibatkan penerbitan "BRICS Coin" baru, melainkan lebih merupakan platform interoperabilitas/praktis jembatan penyelesaian. Sistem ini kemungkinan akan didasarkan pada arsitektur blockchain dengan izin (consortium chain), yang dikelola oleh bank sentral negara anggota sebagai node validasi untuk menjaga buku besar terdistribusi. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi penyelesaian lintas negara sekaligus menghormati kendali kedaulatan.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai

Ekonom San Francisco Federal Reserve memperkirakan suku bunga netral jangka menengah sebesar 1,5%, mengindikasikan kebijakan Federal Reserve “relatif longgar”.
Ekonom Amerika Serikat dari Federal Reserve Bank of San Francisco, Vasco Cúrdia, dalam penelitian terbarunya memperkirakan tingkat suku bunga netral jangka menengah untuk ekonomi AS sekitar 1,5%.

BHP dan serikat pekerja Port Hedland gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi upah, negosiasi untuk kembali bekerja dijadwalkan pada 25 Agustus.
Menurut laporan, negosiasi gaji antara raksasa pertambangan BHP (BHP.US) dan perwakilan serikat pekerja operasional tambang bijih besi Port Hedland di Australia Barat gagal mencapai kesepakatan. Kedua belah pihak dijadwalkan untuk melanjutkan pembicaraan pada 25 Agustus.

