Nvidia mengakuisisi aset Groq senilai 20 miliar dolar AS, pihak resmi menyatakan tidak melakukan akuisisi penuh terhadap perusahaan tersebut
PANews 25 Desember, menurut laporan CNBC, Nvidia telah setuju untuk mengakuisisi seluruh aset perusahaan rintisan chip AI Groq (tidak termasuk bisnis GroqCloud) dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS secara tunai, menjadikannya akuisisi terbesar Nvidia hingga saat ini. Groq didirikan oleh pengembang inti Google TPU dan berfokus pada chip inferensi AI dengan latensi rendah. Meskipun Groq menyatakan bahwa kesepakatan dengan Nvidia adalah “perjanjian lisensi teknologi non-eksklusif”, pendiri sekaligus CEO Jonathan Ross beserta tim eksekutifnya akan bergabung dengan Nvidia, sementara CFO Groq, Simon Edwards, akan menjadi CEO baru dan Groq akan tetap beroperasi secara independen. Nvidia menegaskan bahwa mereka tidak mengakuisisi Groq secara keseluruhan, melainkan mengintegrasikan arsitektur prosesor latensi rendah Groq ke dalam platform AI mereka.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Mengucapkan selamat tinggal pada kegelisahan "devaluasi daya komputasi"! Generasi lama GPU dari penyedia cloud baru berpeluang bertahan hingga tahun 2029. Bank of America Securities tetap memberikan peringkat "beli" untuk CoreWeave (CRWV.US) dan Nebius (NBIS.US).
Bank of America Securities menyatakan bahwa laporan keuangan terbaru dari CoreWeave (CRWV.US) dan Nebius (NBIS.US) menunjukkan bahwa industri layanan cloud baru (Neocloud) sedang memperoleh manfaat dari "dinamika harga yang semakin menguntungkan".

Pergerakan pasar saham AS | Saham konsep chip penyimpanan naik secara umum, Sandisk (SNDK.US) naik 6%
Pada hari Senin, saham konsep chip penyimpanan mengalami kenaikan secara umum, dengan Sandisk (SNDK.US) naik 6%.

AstraZeneca (AZN.US)/Daiichi Sankyo ADC berhasil dalam penelitian fase III pengobatan lini pertama kanker paru-paru
Pada 17 Agustus, AstraZeneca (AZN.US) dan Daiichi Sankyo bersama-sama mengumumkan bahwa studi fase III DESTINY-Lung04 yang mengevaluasi monoterapi Enhertu (Trastuzumab Deruxtecan) sebagai lini pertama pengobatan untuk kanker paru-paru non-sel kecil (NSCLC) telah mencapai hasil positif tingkat tinggi.

