Investor papan atas mengumumkan short besar-besaran terhadap XRP
Iamenggambarkantindakan ini sebagai keputusan yang penuh keyakinan, menunjukkan bahwa ia memperkirakan harga akan turun di masa depan. Saat ia menyampaikan pernyataan ini, harga XRP berada di sekitar 1,92 dolar AS, turun sekitar 2% pada hari itu.
Token tersebut sebelumnya sempat turun ke 1,84 dolar AS dan saat ini sedang mencoba untuk rebound. Sementara itu, karena para trader sedang menilai pergerakan jangka pendeknya, harga masih menghadapi tekanan.
Reaksi Beragam dari Analis Kripto
Pengumuman ChartFu memicu reaksi berbeda dari pengamat pasar lainnya. Pembawa acara program Bitcoin, Valerioshi, mengaku terkejut dengan prediksi bearish tersebut dan menyatakan bahwa ia sempat mempertimbangkan untuk membeli XRP dalam jumlah besar.
ChartFu menanggapi bahwa peluang masuk yang lebih baik mungkin akan segera muncul. Namun untuk saat ini, ia tetap bearish.
Saya pikir akan segera ada peluang yang lebih baik.
— ChartFu Monyet (@ChartFu) 16 Desember 2025
Sementara itu, analis Crypto Xanax mengambil sikap yang lebih kritis. Ia berpendapat bahwa trading XRP sendiri sudah membuat frustrasi dan memperingatkan orang-orang untuk tidak membeli atau memperdagangkan kripto ini.
Ringkasan Arus Masuk Dana XRP ETF dan Aktivitas Whale
Pengguna X lainnya, Rebel, menunjukkan bahwa XRP ETF telah mengalami arus masuk dana selama 20 hari berturut-turut. Meskipun Rebel secara pribadi tidak menyukai XRP, ia juga mencatat bahwa pemegang besar tetap optimis terhadap koin ini dan sedang melakukan pembelian besar-besaran.
XRP ETF telah mengalami arus masuk dana selama 20 hari berturut-turut, saya pribadi tidak suka XRP, tetapi para whale sedang membeli dalam jumlah besar.
— REBEL (@rebel_btc)16 Desember 2025
Data dari SoSoValue menunjukkan bahwa sejak mulai diperdagangkan pada November tahun lalu, total arus masuk dana ke XRP ETF telah mencapai 1 miliar dolar AS. Secara spesifik, lima XRP ETF yang diterbitkan oleh lima perusahaan manajemen aset yaitu Canary, 21Shares, Grayscale, Bitwise, dan Franklin kini semuanya telah terdaftar dan diperdagangkan, dengan total aset mencapai 1,12 miliar dolar AS.
ETF-ETF ini terus menerima arus masuk dana sejak diluncurkan, tanpa ada catatan arus keluar, yang memicu harapan bahwa XRP mungkin mengalami kejutan pasokan yang dapat mendorong harganya naik.
Data Arus Masuk Dana XRP ETF SoSoValue Dalam gelombang pembelian awal, banyak orang masih menganggap prospek XRP bullish. Namun, institusi terkenal seperti ChartFu justru keluar dari pola pikir ETF dan secara terbuka mengungkapkan pandangan bearish mereka.
"Orang dengan IQ Tinggi Memegang XRP"
Menariknya, laporan bearish ini dirilis pada saat YoungHoon Kim, yang diklaim sebagai orang dengan IQ tertinggi di dunia, justru berbalik menjadi bullish terhadap XRP. Baru-baru ini,di Twitter ada yang mengatakan bahwaorang dengan IQ lebih tinggi lebih mungkin memegang XRP.
Sejak pertama kali menyebut XRP pada 12 Desember, ia telah beberapa kali menyampaikan pandangan bullish, termasuk:memperkirakan XRP bisa mencapai100 dolar AS dalam lima tahun.
Namun, tidak semua orang setuju dengan pandangan ini. Trader Peter Brandtbaru-baru ini menyebut XRPbahwa mereka yang selalu bullish terhadap XRP terlalu optimis dan kurang informasi. Namun, para pendukung XRP membantah dengan mengatakan bahwa aset ini menarik investor yang fokus pada infrastruktur, pembayaran, likuiditas, dan regulasi, bukan sekadar spekulasi.
Disclaimer: Konten pada artikel ini hanya merefleksikan opini penulis dan tidak mewakili platform ini dengan kapasitas apa pun. Artikel ini tidak dimaksudkan sebagai referensi untuk membuat keputusan investasi.
Kamu mungkin juga menyukai
Masih lebih menguntungkan daripada DRAM, apakah SanDisk benar-benar sebaik itu?

Nvidia investasi 1,5 miliar dolar AS untuk membeli saham SB Energy, mengamankan 8GW daya komputasi AI, OpenAI akan menjadi satu-satunya penyewa
Nvidia sedang memperluas batas persaingan dari GPU dan server ke tanah, listrik, dan konstruksi pusat data AI. Perusahaan bekerja sama dengan SB Energy untuk mengembangkan pusat data AI berskala besar 8GW di Ohio, serta berinvestasi sebesar 1,5 miliar dolar untuk memberikan dukungan kredit dalam pembiayaan infrastruktur. OpenAI menjadi satu-satunya penyewa. Langkah ini menunjukkan bahwa Nvidia tidak hanya sebagai pemasok chip, tetapi juga menjadi pengelola infrastruktur AI dengan mengamankan sumber daya LPS terlebih dahulu untuk menjamin permintaan GPU multi-generasi di masa depan.
Meta (META.US) dan BlackRock (BLK.US) menghadapi "lubang hitam asuransi" pada pusat data senilai 14 miliar dolar AS: hanya 3,2% yang tercakup, pihak pemberi pinjaman bisa menanggung risiko miliaran dolar AS.
Menurut laporan, Meta dan BlackRock menginvestasikan 14 miliar dolar AS untuk membangun pusat data di Texas namun menghadapi risiko asuransi.


